TERDEPAN.CO.ID, BATAM | Sejumlah tamu pada sebuah resepsi pernikahan dibuat kaget dengan sejumlah atraksi budaya yang jarang terlihat di Kota Batam, Kepulauan Riau. Kesenian pencak silat dan atraksi debus yang telah mengakar bagi kalangan etnis Sunda di tanah Banten memeriahkan resepsi pernikahan salah seorang warga Batam asal Banten, di aula Guest House BP Batam, Sekupang, Minggu (10/7/2022).
Kekaguman bercampur rasa kengerian, terlihat dari reaksi para tamu, terutama pada sebagian tamu perempuan. Pada atraksi debus, tampak pemain yang telah profesional di bidangnya itu, berusaha melukai bagian-bagian tubuhnya dengan senjata tajam, namun tak terlihat ada luka sedikitpun.
“Ngeri saya melihatnya, tak sanggup. Apalagi ketika saya melihat sebilah golok di hunuskan ke leher, terus juga ketika golok tersebut membelah-belah lidah,”
“Duh..tak sanggup melihat, terasa ngilu di lidah saya pak,” ungkap salah seorang wanita yang tak mau disebutkan namanya.

Atraksi debus tersebut bukan hanya menggunakan golok, namun ada juga atraksi tusuk jarum di pipi seorang anak berusia sekitar 11 tahun. Namun saat jarum panjang ditusukkan menembus pipinya, sang anak tak sedikitpun merasa takut maupun kesakitan.
“Ini sangat langka, apalagi ditampilkan pada momen resepsi pernikahan saudara kita yang memang berasal dari Banten. Sehingga atraksi silat dan debus ini menjadi perhatian para tamu undangan. Kita tetap berusaha melestarikan budaya tanah Pasundan,” kata Tira Sonjaya, sesepuh Pasundan didampingi sesepuh Banten, Abah Budiyasa.
Turut hadir juga sesepuh Pasundan asal Sukabumi (ASMI), Kang Yusron Roni, yang pernah menjabat Kadishub Pemko Batam, Kepala Ombudsman Kepri, pengurus harian ASMI, Hj. Tini Rustiantini, para tokoh Sunda asal Banten dan Teater Bocah Banten (Tboban) Batam Kepulauan Riau, serta undangan lainnya. (Andriyan)
Editor : Andri Sofian
#keseniandebus #pencaksilat #pasundan







