Viralkan Video Dugaan Penamparan, Anggota DPRD Tulungagung Laporkan Oknum Sekuriti RSUD dr Iskak ke Polisi

TERDEPAN.CO.ID, TULUNGAGUNG | Joko Tri Asmoro, salah seorang Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulungagung, melaporkan oknum petugas Satuan Pengamanan (Satpam) atau Sekuriti Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Iskak Tulungagung ke Kepolisian Resor (Polres) Tulungagung, Kamis (6/7/2023). Oknum sekuriti tersebut diduga telah menyiarkan video yang memuat adegan dugaan penamparan yang dinilai memojokkan Joko di media sosial hingga menjadi viral.

Menurut Samsun Nahar, yang menjadi kuasa Hukum Joko Tri Asmoro, apa yang terjadi pada kliennya, dengan beredarnya video tersebut sangat merugikan kliennya dan terdapat unsur yang mencemarkan nama baiknya selaku anggota DPRD.

Bacaan Lainnya

”Benar hari ini, kami mendapat kuasa dari klien kami, untuk melakukan tindakan hukum. Termasuk melaporkan pihak-pihak yang merugikan klien kami. Beberapa hal yang sangat krusial, dengan beredarnya video itu terbangun narasi-narasi yang memojokkan klien kami. Selain itu klien kami tidak pernah diklarifikasi secara langsung kronologi yang sebenarnya terjadi dalam vidio tersebut,” terangnya.

Sementara itu, Joko Tri Asmoro yang merupakan Anggota DPRD Kabupaten Tulungagung menjelaskan bahwa laporan dibuat karena oknum petugas sekuriti RSUD Dr Iskak dinilai sudah keterlaluan atau tidak mempunyai etika dalam memberikan teguran kepadanya saat dirinya merokok di lokasi parkir.

“Kalau cara menegurnya pakai etika, tidak mungkin itu terjadi,” ucapnya.q

Lebih lanjut Joko menuturkan, perlakuan kedua terjadi ketika pihaknya masuk ke ruangan RSUD. Ia ketemu oknum sekuriti yang sama. Oknum sekuriti tersebut mengingatkan agar anaknya yang berusia 8 tahun tidak boleh diajak masuk sesuai peraturan rumah sakit. Namun, Joko membantah dan tidak membenarkan adanya dugaan penamparan yang dilakukannya seperti yang terlihat dalam video yang viral tersebut.

“Rekaman video CCTV itu tidak benar. Saya tidak menamparnya, saya cuma menonyornya. Dan video yang beredar itu tidak benar. Dan selain itu, saat di hadapan anak dan istri saya, lagi-lagi cara memberi tahu tidak boleh membawa anak kecil juga masih dengan tidak beretika. Dan terkesan kasar dalam memberitahu larangan bawa anak kecil. Hal tersebut membuat saya emosi,” pungkasnya. (Sugeng)

Editor: Andri Sofian

#AnggotaDPRDtulungagung
#videoViral

TERDEPAN TV

Pos terkait