BATAM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam soroti tingginya tingkat pengangguran di Kota Batam yang mencapai 8,14 persen.
Tingginya tingkat pengangguran ini menjadi catatan penting yang disampaikan oleh Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto dalam musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) tingkat Kota Batam di Hotel Radisson, Sukajadi, Rabu (6/3/2024).
“Ada beberapa catatan umum yang perlu kami tekankan di luar pokok-pokok pikiran Dewan,” kata politisi PDI Perjuangan tersebut.
Menurut Nuryanto masalah pengangguran perlu kebijakan pengelolaan tenaga kerja yang efektif agar angkanya dapat ditekan.
“Tingginya angka pengangguran di Batam yang mencapai 8,14% dan menegaskan perlunya kebijakan pengelolaan tenaga kerja yang efektif untuk mengurangi pengangguran,” ungkapnya.
Selain menyoroti angka pengangguran yang tinggi, DPRD Batam juga mendorong penguatan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dari aspek kemudahan, perlindungan, dan pemberdayaan.
“Mendorong penguatan UMKM di Batam dengan mengoptimalkan Perda Nomor 2 Tahun 2023 tentang kemudahan, perlindungan, dan pemberdayaan UMKM,” jelasnya.
Selain itu, Nuryanto juga mengingatkan bahwa Musrenbang kali ini merupakan yang terakhir bagi anggota DPRD Batam periode 2019-2024 dan Walikota Batam.
Dia menekankan pentingnya menghasilkan rencana kerja tahun 2025 yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Musrenbang ini terasa istimewa karena ini adalah yang terakhir dari anggota DPRD untuk periode 2019-2024. Kita harus menghasilkan rencana kerja tahun 2025 yang baik sehingga kita semua dikenang oleh masyarakat sebagai wakil rakyat yang maksimal memperjuangkan aspirasi mereka,” ujarnya.
Musrenbang ini dihadiri oleh seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) Pemko Batam, unsur forkopimda, anggota DPRD, tokoh masyarakat, organisasi pemuda, BP Batam, dan perwakilan dari Pemprov dan DPRD Kepri./Editor







