TERDEPAN.CO.ID,BATAM- Untuk mengatasi angka perceraian yang tinggi, Kementerian Agama (KUA) Kecamatan Trenggalek Kabupaten Trenggalek menyelenggarakan kegiatan dalam persiapan pernikahan, yang dikenal dengan sebutan Suscatin ( Kursus Calon Pengantin).
Kepala KUA Kecamatan Trenggalek, Drs. Imam Sopingi, M.Ag dalam wawancaranya menyampaikan, tujuan dilakukan sosialisasi Suscatin kepada calon pengantin selain bertujuan untuk mengatasi dan mengurangi angka perceraian juga dimaksudkan untuk menjadikan masyarakat bisa hidup lestari dan rukun dalam berumah tangga yang sakinah, mawadah dan warohmah.
“Untuk mengatasi angka perceraian yang tinggi mangkanya kita KUA Trenggalek melakukan sosialisasi kegiatan Suscatin sebelum calon pengantin melangsungkan pernikahan,”terangnya.
Kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan reproduksi dan kesehatan seksual,”lanjutnya.
Sopingi menyampaikan, KUA Kecamatan Trenggalek selain memiliki program kegiatan Suscatin juga menyelenggarakan kegiatan Sekolah Haji Gratis dengan harapan untuk menciptakan seorang Haji yang baik.
Menurutnya, KUA Trenggalek juga memberikan pembinaan terkait keagamaan serta prinsip-prinasip yang kokoh dan memiliki wawasan NKRI serta bisa berpandangan yang moderasi beragama.
“Islam itu dikembangkan dan memiliki pandangan agama yang moderat,’tuturnya.
Ia menambahkan dari data yang diperoleh di KUA Trenggalek untuk angka perceraian masih terbilang tidak begitu mengkhawatirkan.
“Angka perceraian saat ini terbilang sedang-sedang saja peningkatannya berkisar 450 pasangan dan untuk angka pernikahan relatif stabil dibandingkan angka perceraian dimana pertahunnya tercatat mengalami peningkatan sekitar 4 % dari data penduduk Kecamatan Trenggalek,”paparnya.
Kepala KUA Trenggalek, Sopingi juga mengatakan, untuk memberikan edukasi kepada calon pengantin agar bisa membentuk keluarga yang diharapkan selain itu, KUA Trenggalek juga memberikan pembinaan tentang pemahaman pendidikan pernikahan yang meneladani dan mencontoh jejak Nabi Muhammad SAW serta prinsip 4 T yakni saling mencintai (Tahabbub), toleransi ( Tasamuh), musyawarah (Tasyawur) dan saling memaafkan dan melengkapi (Taafuf) karena perbedaan gender (laki-laki dan perempuan),”tutupnya. (*)
#KUATrenggalek







