TERDEPAN.CO.ID, BATAM – Para Siswa atau Santri Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustho (MDTW) tahun ajaran 2024/2025 masih biayai sendiri Ujian Akhir Bersama lewat swadaya dan iuran mandiri.
Tidak seperti tingkatan pada Madrasah dan Sekolah lain yang secara umum sudah ditanggung oleh pemerintah untuk biaya ujian akhir hingga ijazah siswa.
Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kota Batam, Abdul Mughits, meminta agar Pemerintah Kota Batam dapat memperhatikan kondisi ini.
“Selama ini ujian akhir bersama MDTW betul-betul masih swadaya mandiri dari iuran para siswa atau santri di Madrasah dan belum pernah mendapat bantuan dari Pemko Batam,” Katanya usai evaluasi dan revisi soal ujian akhir di Kantor Kemenag Batam, Selasa (4/2/2025) lalu.
Abdul Mughits juga mengungkapkan bahwa pihak madrasah melalui FKDT Kota Batam pernah mengajukan bantuan Pendidikan bagi MDTW ke Pemko Batam, namun hingga kini pengajuan tersebut belum terakomodir.
“Kami sudah pernah mengajukan namun hingga kini belum terakomodir,” ungkap dia.
Untuk itu ia berharap Pemko Batam dapat memasukkan kegiatan ujian akhir bersama MDTW ini agar mendapat alokasi anggaran.
Bukan hanya ke Pemko Batam, FKDT Kota Batam juga mengupayakan anggaran ujian akhir bersama MDTW ke Kantor Kemenag Kota Batam agar siswa tidak terbebani dengan biaya ujian hingga ijazah.
Sayangnya, Kantor Kemenag tidak memiliki pos anggaran untuk biaya ujian akhir bersama MDTW di Kota Batam.
“Kalau Kemenag memang belum ada pos anggarannya untuk ujian akhir bersama MDTW,” imbuhnya.
MDTW sendiri merupakan sekolah keagamaan non formal yang terdiri dari tiga tingkatan. Yaitu Ula setingkat SD/MI, Wustho setingkat SMP/MTs, dan Ulya setingkat SMA/MA.







