PA GMNI Batam Bahas Ketahanan Pangan Bareng Gabriel Sianturi

Pose bersama kader Marhaen Kota Batam di acara diskusi Strategi Ketahanan Pangan di Tengah Efisiensi Pemerintah, Sabtu (22/3/2025) sore di Batam Center./Dok: PA GMNI

TERDEPAN.CO.ID, BATAM – Persatuan Alumi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Kota Batam menggelar diskusi bertajuk Strategi Ketahanan Pangan di Tengah Program Efisiensi Pemerintah, Sabtu (22/3/2025) sore di Batam Center.

Acara yang dikemas dengan Ngabuburit Marhaen dalam menyambut bulan Ramadhan mendapat respon antusias oleh para kader GMNI.

Bacaan Lainnya

Selain Ketua PA GMNI Kota Batam, Timbul Dompak, acara tersebut juga menghadirkan seorang anggota muda DPRD Kota Batam, yaitu Gabriel Sianturi, sebagai narasumber.

Timbul Dompak yang merupakan akademisi Administrasi Negara memaparkan bahwa dalam mewujudkan ketahanan pangan di Kota Batam diperlukan colaborative governance.

“Harus ada pedekatan yang melibatkan banyak pihak mulai dari pemeritah, swasta, masyarakat umum, petani, juga akademisi untuk mencapai ketahanan pangan yang berkelanjutan dan inklusif,” ungkapnya.

Selain itu, evaluasi terhadap tupoksi Dinas Ketahanan Pangan sangat penting dilakukan agar tidak hanya mengandalkan impor untuk mengatasi ketersediaan pangan.

“Kalau hanya impor ini kan jadi tumpang tindih dengan Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan),” imbuhnya.

Disisi lain, Gabriel, menyoroti poin yang menjadi landasan penting bagi ketahanan pangan yaitu ketersediaan, keterjangkauan dan pemanfaatan.

“Poin-poin ini mejadi upaya kita dalam menekan impor bahan pangan yang berkepajangan,” ujar politisi PDI P ini.

Soal kenaikan harga pangan yang terus menerus, Gabriel menekankan peran kerjasama Disperindag dan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk menyajikan data yang akurat guna menekan spekulan-spekulan pangan.

“Kalau dari sisi regulasi yang ada saat ini, tidak memungkinkan penggunaan lahan bagi usaha pertanian di Kota Batam,” beber dia.

Untuk itu, solusinya adalah melakukan kerjasama dengan kabupaten dan kota di Provinsi Kepri untuk menyediakan lahan pangan.

“Solusinya kita harus bekerja sama dengan Kabupaten atau Kota di Provisi Kepri utuk menciptakan lahan pertanian,” tutupnya.

Usai diskusi, Ngabuburit Marhaen Batam ini ditutup dengan sesi buka bersama kader-kader Marhaen di Kota Batam.

TERDEPAN TV

Pos terkait