Walikota Batam, Dukung Tanjung Uma Berpelangi

Walikota Batm, H.Muhammad Rudi Melakukan Pengecatan
Walikota Batm, H.Muhammad Rudi Melakukan Pengecatan

TERDEPAN.CO.ID-BATAM- Untuk mewujudkan tanjung Uma sebagai kawasan destinasi pariwisata yang menarik, sebanyak 200 rumah di Kampung Tua Tanjunguma dilakukan pengecatan berwarna-warni.

Pengecatan ini selain bertujuan menarik wisman datang ke kota Batam juga bertujuan sebagai pelaksanaan program Tanjunguma Berpelangi .

Bacaan Lainnya

Sebagai daerah di kawasan pinggir pantai yang langsung berhadapan dengan negara tetangga Singapura, sekaligus banyaknya lalu lalang kapal di perairan Tanjung Uma akan memiliki nilai potensial yang lebih apabila di tata dengan apik.

“Tanjunguma ini strategis dan sangat potensial letaknya yaitu pemukiman rumahnya yang berdiri di pinggir pantai, apabila rumah warga di cat warna warni akan mampu menarik para wisatawan yang akan dating ke Batam dari atas Batam, sehingga di harapkan akan singgah ke sini, “terang Nurapiyah selaku ketua Panitia (22/04/18).

Ia mengakui untuk menarik wisatawan selain merapikan lingkungan dengan mengecat dinding, juga akan disiapkan atraksi hiburan sebagai pelengkap.

“Sampan dan boat nelayan juga akan kita cat. Kita alihfungsikan jadi pengangkut wisman yang ingin keliling laut Tanjunguma. Insya Allah akan ada balai adat juga sehingga warga bisa menampilkan kesenian untuk atraksi wisata,” kata dia.

Masyarakat dengan adanya program ini, menyambut antusias ikut mendukung dan mempersiapkan diri dengan melakukan pengecatan, bantuan cat juga telah di lakukan oleh BP Batam dan Pemko Batam.

Walikota Batam, Muhammad Rudi dalam kunjungannya ikut mendukung penuh inisiatif masyarakat, sebagai upaya menumbuh kembangkan pariwista Batam, dan berencana akan melakukan pembangunan infrastruktur jalan masuk sebagai penunjang akses masuk ke Tanjung Uma.

“Tugas kita pemerintah untuk membantu, misal infrastruktur. Masyarakat sepakat tidak, mau berkorban tidak. Misal pagarnya dibuka karena kita mau benahi aksesnya,” katanya.

Rudi menegaskan selain objek disiapkan, infrastruktur dibenahi, masyarakat memiliki juga harus untuk menyiapkan  berbagai kerajinan untuk buah tangan atau tempat menginap yang nyaman.

“Kemewahan hotel tidak menarik bagi orang asing. Mereka lebih suka tinggal di rumah gini-gini. Tapi harus lengkap fasilitasnya. Bapak Ibu siapkanlah itu,” tuturnya.

Tugas lain pemerintah adalah mempercepat penyelesaian legalitas tanah kampung tua. Hal ini penting agar masyarakat bisa membangun dan pemerintah dapat mengucurkan anggaran tanpa ragu-ragu.

“Tugas saya dan Pak Lukita (Kepala BP Batam) bagaimana legalitas diselesaikan. Kita maunya semua selesai. PL bukan diberikan ke Pemko tapi langsung ke warga. Karena kalau jadi aset negara tidak bisa dikeluarkan lagi. BP berikan langsung ke mereka. Fasum fasos ke Pemko, biar bisa kami bangun jalannya,” pungkasnya. IKA

 

 

 

TERDEPAN VIDEO

ADVERTISEMENT

Pos terkait