Pejabat Publik Harus Paham UU Pers

Pengacara, Nasib Siahaan,SH

TERDEPAN.CO.ID,BATAM-Pengacara Nasib Siahaan.SH, angkat bicara terkait insiden pengusiran Wartawan saat pengambilan gambar pada acara sosialisasi Perka Direktorat Pengolahan Lahan Tahun 2020, pada tanggal 19 februari di hadapan ratusan peserta, yang nota bene adalah pengusaha oleh Walikota Ex Officio BP Batam, H.M Rudi di Balairung  Lt.3 Gedung BP Batam.

Menurutnya, kejadian tersebut, sangat disayangkan dan tidak seharusnya terjadi.

Bacaan Lainnya

“Sebagai pejabat publik, harusnya sudah mengetahui semua peraturan-peraturan yang mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara, karena Pers punya undang-undang tersendiri, “terangnya.

Ia berpendapat, intimidasi terhadap profesi wartawan akan berdampak dan berpengaruh kepada masyarakat, karena informasi yang tidak utuh dan tidak benar, karena berita harus merdeka.

“Untuk itu pejabat harus paham undang-undang PERS dan tidak bersikap arogan, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan bisa berjalan baik antara wartawan dan pejabat publik itu sendiri.

Selain itu, adanya intimidasi dengan Wartawan tidak hanya sebagai momok dan insiden buruk, namun akan dikhawatirkan menjadi silang pendapat dimasyarakat, yang mengakibatkan ketidaknyamanan dalam kehidupan bermasyarakat yang tentunya akan menghambat datangnya investor ke Batam, “papar Nasib dikantornya Batam Centre, Kamis (05/03/20).

Nasib menegaskan, Jurnalis dilindungi dengan undang-undang PERS.

“Biasanya kalau terjadi kejadian seperti ini, bisa dilanjutkan ke proses hukum seperti ke Pengadilan, “tegasnya.

Diketahui, dalam pidato rekaman yang sempat terekam dalam Ponsel recording, dimenit ke 6:56, Walikota Ex Officio BP Batam, Rudi dengan serta merta tanpa didahului himbauan langsung meminta untuk menghentikan perekaman Vidio dan menyuruh keluar ruangan, apabila rekaman tersebut masih berlanjut.

Dik! Tolong tak usah direkam, kalau tak Kamu keluar saja, nanti rekam ya, nanti rekaman dikirim sepotong-potong tapi jadi fitnah ke Saya,  tapi kalau Kamu tetap mengirim semua  tidaklah masalah,  tapi kalau yang Kamu kirim sepotong saja ribut nanti di Medsos. Orang tidak tau cerita, dianggap benar. Saya ngomong apa adanya, terbuka Saya, Tapi kalau Anda merekam dan mengirim seutuhnya tak ada dibaca juga . Siapa yang mau mendengar setengah jam, Kepala BP Batam . Ya! Tapi kalau mau wawancara Saya, wawancara saya, Saya akan  ngomong apa yang Saya bicarakan ini, “seru Rudi dalam suara rekaman.

Redaksi

 

#BPBatam

 

 

 

 

TERDEPAN VIDEO

ADVERTISEMENT

Pos terkait