Perjuangan Pembentukan Badko Kepri Dianggap Gagal, Eks Ketua Umum HMI Cabang Tanjungpinang-Bintan Periode 2016-2017 Angkat Bicara

TERDEPAN.CO.ID,TANJUNGPINANG-Ardiansyah, ketua umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tanjungpinang-Bintan periode 2016-2017 angkat bicara mengenai statement yang dikeluarkan oleh M. Arifin, mantan Ketum HMI Cabang Tanjungpinang-Bintan periode 2018-2019 yang menuturkan bahwa perjuangan pemekaran Badko Kepri pada Kongres ke-30 HMI di Ambon pada tahun 2018 lalu telah gagal.

“Perjuangan pemekaran Badko Kepri pada di Kongres ke-30 HMI di Ambon pada tahun 2018 tidak sepenuhnya gagal. Sebelum kita memberikan pernyataan seperti itu mari sama-sama kita mengetahui kronologis dan membaca aturan tata cara pemekaran badko. Didalam pasal 26 ART pembentukan badko point ke satu, disebutkan bahwa pembentukan badko di rekomendasikan di Kongres dan disahkan di pleno 1 PB HMI. Dan point kedua, satu badan koordinasi mengkoordinir 5 cabang penuh” ungkapnya kepada awak Terdepan, kamis (25/03) .

Bacaan Lainnya

Ardiansyah yang juga merupakan delegasi peserta penuh Kongres ke-30 HMI di Ambon ini menegaskan, sebelum mengusulkan penurunan pembentukan badko menjadi 3 cabang penuh dan 1 cabang persiapan pada saat forum tertinggi HMI tersebut, dirinya bersama utusan-utusan se-kawasan Cabang di Kepri telah melakukan komunikasi bersama cabang-cabang lain yang memiliki permasalahan sama.

“Kami para utusan-utusan se-kawasan Cabang di  Kepri melakukan komunikasi bersama Cabang-Cabang di luar Kepulauan Riau yang memiliki kondisi geografis yang sama yaitu daerah kepulauan untuk mengusulkan penurunan pembentukan badko menjadi 3 cabang penuh dan 1 cabang persiapan. Hal itu berhasil kami lakukan dengan masuknya rekomendasi beberapa badko untuk direkomendasi untuk dimekarkan itu tercatat di Konstitusi HMI hasil Kongres ke-30 di Ambon” tegasnya.

Dirinya mengungkapkan, Ia memiliki bukti berupa video saat Pimpinan Sidang membacakan ketetapan perihal rekomendasi internal termasuk mengenai pemekaran Badko Kepri.

“kami memiliki bukti video pada saat Pimpinan Sidang membacakan redaksi. Selanjutnya, tindakan yang di lakukan adalah pengesahan di Pleno 1 PB dan rapat-rapat harian PB HMI. Di karenakan masa kepengurusan cabang yang telah berganti, tentu segala hal yang menjadi perjuangan itu dilanjutkan” ungkapnya.

Ia juga mempertanyakan Apakah pengurus HMI Cabang Tanjungpinang-Bintan periode M. Arifin dan kepengurusan sekarang mengawal ketetapan tersebut.

“Menjadi pertanyaan besar, untuk pengurus cabang selanjutnya  se-kepulauan riau khususnya Cabang Tanjungpinang-Bintan pada waktu itu, apakah mengawal ketetapan pada kongres ke-30 Ambon? Apakah melakukan komunikasi terkait hal itu? Apa yang sudah dilakukan berselang dua tahun ini pasca kongres  lalu? Jika ada perubahan pada pasal pembentukan Badko  yang seharusnya pada ketetapan kongres ambon cukup 3 cabang penuh menjadi 5 cabang penuh kenapa baru sekarang menjadi keluhan?” tambahnya menegaskan.

Ardiansyah menyarankan Pada Kongres ke-31 HMI yang diadakan di Surabaya pada tahun 2021 saat ini, seharusnya yang bukan lagi tentang memperjuangkan rekomendasi pembentukan Badko Kepri, tetapi pengesahan tim caretaker pembentukan Badko Kepri untuk melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) pertama.

“Kami tidak bermaksud menyudutkan pihak manapun, kami sangat mendukung sekali dengan adanya Badko Kepri ini. Kami hanya ingin menyampaikan pada Kongres tahun ini seharusnya bukan lagi  memperjuangkan rekomendasi pembentukan Badko kepri tetapi Pengesahan Badko kepri, atau pengesahan tim caretaker pembentukan Badko Kepri untuk melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) Badko Kepri pertama. Itu yang paling tepat yang harus dilakukan, jika begini kita selalu mundur, setiap kongres hanya mengusulkan saja tanpa ada tidak lanjut lagi. Mengusulkan lagi, mengusulkan lagi” ungkapnya.

Terakhir Ia mengajak semua pihak yang terlibat untuk bersama-sama membesarkan HMI dengan mengenyampingkan kepentingan-kepentingan untuk memperoleh kekuasaan di tubuh Organisasi.

“Mari kita bercermin selama ini kita hanya mementingkan politik organisasi dalam memperebutkan pucuk pimpinan tanpa memikirkan perkembangan organisasi ini. Kita sudahilah kepentingan-kepentingan yang tidak membesarkan organisasi, mari kita saling bahu-membahu, untuk memperkuat serta mencapai tujuan utama Himpunan yang kita cintai ini” tutupnya.

 

Reporter : Randi Rizky Kurniawan

#HMI

TERDEPAN TV

Pos terkait