TERDEPAN.CO.ID,BATAM- Hubungan Kemasyarakatan (Humas) Gelanggang Permainan (Gelper) WW Game Zone Centre, Adi memberikan klarifikasi atas pemberitaan terkait penerapan protokol kesehatan yang diberlakukan ditempat usaha permainan ketangkasan yang berada di Ruko Modena Taman Raya, Belian, Batam Kota, yang sebelumnya diberitakan tidak ikut mematuhi protokol kesehatan.

Untuk menampik rumor pelanggaran prokes, Ia mengajak Tim TERDEPAN dengan menunjukan kegiatan yang berlangsung didalam kawasan gelanggang permainan yang notabene diisi oleh orang dewasa yang telah mematuhi protokol kesehatan yakni dengan menggunakan Masker dan mencuci tangan serta menggunakan cairan handsanitazier yang sudah disediakan.
Ia juga menjelaskan, bahwa Gelper WW Game Zone Centre telah mengurus ijin usaha dari Dinas Penanaman Modan dan Perizinan Terpadu Satu Pintu Pemko Batam (DPMPTSP) serta mengikuti prosedur yang ada didalamnya.

Bahkan menurutnya, dibulan Ramadhan ini dalam menjalankan kegiatannya juga telah mengikuti anjuran dari Pemerintah Kota Batam untuk menutup dan meliburkan usahanya dengan maksud menghormati bulan suci Ramadhan yang saat ini umat muslim sedang menjalankannya sesuai aturan yang berlaku.
“Kami sudah mengikuti anjuran Pemko untuk menutup selama tiga hari sebelum puasa baru dibuka kembali dan nanti pada pertengahan puasa dua hari kembali ditutup dan akan diliburkan kembali, tiga hari sebelum Ramadhan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan serta menjaga keamanan,”tuturnya.
Dirinya menegaskan, untuk para pengunjung yang datang ketempat tersebut menurut pengakuannya tidak semua beragama muslim, “lanjutnya.

Adi juga menekankan bahwa selama Gelper WW Game Zone Centre dibuka pada tahun 2015, belum pernah ditemukan adanya keributan dan kegaduhan di masyarakat.
“Kami buka dari tahun 2015 belum pernah ada yang gaduh, pemainnya semua usia dewasa tak ada yang usianya dibawah umur (masih sekolah). Dan apabila ada pemain yang tidak memakai masker kami selalu menghimbau kepada mereka dan apabila dalam pengawasan kami kurang baik kami akan perbaiki pengawasan kami karena menjaga protokol kesehatan emang sangat penting, “seru Adi.
Dalam penjelasan terkait pria paruhbaya yang meninggal diseberang tempatnya, Dia meyakinkan bahwa pria tersebut tidak ada kedapatan bermain di Gelper WW Game Zone Centre sebelum meninggal.
Adi berharap dengan klarifikasi yang diberikan, kedepannya masyarakat tidak takut dan menjadi pemberitaan miring tentang Gelper WW Game Zone Centre karena arena tersebut biasa disebut oleh para pemain hanya sebagai tempat hiburan dikala senggang.
Pantauan TERDEPAN setelah diajak masuk kedalam didapati para pemain memakai Masker dengan duduk berjarak dan sebelum masuk kedalam ruangan telah dilakukan tes suhu serta memakai Handsanitizier yang sudah diawasi oleh petugas yang berjaga di depan pintu. Bahkan spanduk ajakan untuk memakai prokes selama pandemi juga telah terpajang didepan pintu masuk begitu pula alat suhu.
Diketahui Pemko Batam melalui Dinas Pariwisata juga telah mengeluarkan aturan bahwa tempat hiburan malam, diskotik, pub, bar, arena permainan, klub malam, panti pijat dan Spa di Batam harus menutup operasional selama 3 hari menjelang awal Ramadhan. Selama 2 hari dipertengahan Ramadhan dan 3 hari menjelang idul fitri.
Redaksi
#GelperWWGameZoneCentre #Gelper8888 #PolsekBatamKota #PoldaKepri #DisperindakBatam
#BPM-PTSP #DISPARBUD







