Tidak Menghormati Bulan Suci Ramadhan Gelper Beraroma Judi WW Game Zone Centre dan Gelper 8888 Lancar Beroperasi

TERDEPAN.CO.ID,BATAM- Saat umat muslim sedang menjalankan ibadah bulan suci Ramadhan, Gelanggang permainan (Gelper) WW Game Zone Centre dan Gelper 8888 yang berada di Ruko Modena Taman Raya, Belian, Batam Kota, masih terus beroperasi dan lancar dengan tidak mengindahkan protokol kesehatan sesuai Perwako 49/2020, terutama terkait dengan pengaturan jarak.

Suara adzan dan lantunan ayat suci yang menggema keras melalui Masjid yang berada diseberangnyapun seolah tidak dihiraukan dan dihormati, padahal lokasi keberadaan Gelper yang memiliki indikasi kuat sebagai arena permainan berkedok judi tersebut sangatlah berdekatan dengan lokasi padat penduduk dan bersebelahan dengan Gedung Rumah Sakit dan Masjid yang hanya berjarak kurang lebih 500 meter.

Bacaan Lainnya

Lebih parahnya lagi, disaat pemerintah sedang gencar-gencarnya menangani penyebaran Covid19 khususnya di Kota Batam yang mulai mengganas kembali, Gelper WW Game Zone Centre dan Gelper 8888 justru berbanding terbalik, seolah tidak takut adanya klaster baru akibatnya berkumpulnya orang-orang yang bermain mesin ketangkasan beraroma judi tanpa mengindahkan protokol kesehatan seperti adanya test suhu saat memasuki ruangan tertutup, mencuci tangan dan memakai masker, walaupun sebagian ada yang memakai dan sebagian lainnya tidak mentaati tanpa adanya pengawasan dan teguran.

https://www.terdepan.co.id/2021/04/16/selama-ramadhan-gelper-ww-game-zone-beroperasi-sesuai-aturan-pemko-termasuk-aturan-prokes/

Sebelumnya beberapa hari yang lalu, juga dikabarkan adanya seorang pria paruh baya meninggal dunia setelah bermain Gelper yang diduga di WW Game Zone Centre dengan posisi duduk dan muka menengadah keatas. Namun dugaan kematian pria parohbaya yang belum diketahui namanya tersebut belum diketahui dengan pasti apakah karena kelelahan setelah main Gelper atau karena penyakit lain yang mengakibatkan kematiannya.

Ditemui dilokasi, pengelola Gelper  dalam hal ini seseorang yang berbadan kekar seperti aparat dan mengaku sebagai Sekurity dan penjaga parkir membantah kalau pria tersebut meninggal usai bermain Gelper. Namun sayangnya ketika Tim TERDEPAN hendak melihat kedalam tempat permainan Gelper tersebut, pengelola meminta Tim TERDEPAN keluar seolah takut dan menyembunyikan sesuatu yang tidak mau diekspos ke masyarakat.

“Mas Kita keluar dulu, “paparnya tanpa menjelaskan maksud dan tujuan meminta keluar seolah-olah takut dan menyembunyikan sesuatu.

Gelper WW Game Zone saat siang hari

Pria berperawakan seperti aparat tersebut juga berkelit saat ditanya siapa pemilik Gelper tersebut untuk dimintai konfirmasi seolah enggan dan menutupi sesuatu kepada Tim TERDEPAN.

“Siapa pemiliknya Saya tak taunya, taunya orang China tinggalnya di Karimun , Saya baru bekerja satu minggu kemarin ngelamar langsung diterima, “paparnya.

Ditempat terpisah Joni warga sekitar menyampaikan, keberadaan Gelper ditengah masyarakat, seperti Game Zone Centre dan Gelper 8888 yang nota bene diduga ada unsur permainan judi harus segera diatasi dan ditutup apalagi saat ini umat muslim sedang menjalankan ibadah puasa dan adanya wabah Corona.

“Harusnya ditutup aja itu Gelper, keberadaannya cukup meresahkan, tempatnya ditengah padat penduduk, dekat masjid dan saat ini sedang pandemi bisa jadi klaster penularan Corona apalagi ditempat tertutup, kadang yang datang juga anak-anak pelajar, merusak moral dan mental, yang jelas keberadaannya tidak mendidik, “jelas Joni warga sekitar.

Ia berharap pemerintah dan aparat lebih peka terhadap keberadaan Gelper yang hanya sebagai kedok untuk judi, agar segera ditutup untuk menghormati umat muslim saat menjalankan ibadah Ramadhan.

Dari informasi masyarakat disekitar, Gelper WW Game Zone Centre dan Gelper 8888 menjalankan operasinya mulai sore hari hingga tengah malam.

Pantauan dilapangan suasana para pemain sangat ramai dan jarak duduknya tidak sesuai dengan standar protokol kesehatan serta dispanduk pintu depan, tertulis promo hadiah yang ditawarkan bernilai hingga puluhan juta rupiah baik berupa barang seperti Motor hingga Mobil serta hadiah yang lainnya yang diduga sebagai bentuk penyamaran perjudian. Sedangkan pada pintu masuk tidak nampak disediakan Sanitazier dan petugas yang melakukan test suhu sebelum masuk ruangan.

Diketahui dalam UU Nomor 6 Tahun 2018 pasal 93, bagi yang melanggar (terutama tetap berkerumun) dan setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan dan menghalangi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan dapat dipidana maksimal 1 tahun penjara dan/ denda maksimal Rp. 100 juta

#GelperWWGameZoneCentre  #Gelper8888 #PolsekBatamKota #PoldaKepri #DisperindakBatam

#BPM-PTSP #DISPARBUD

Redaksi

 

 

 

 

 

 

TERDEPAN VIDEO

ADVERTISEMENT

Pos terkait