Pasokan Telur ke Batam Tersendat Disperindag Tegaskan karena Terkendala Daerah Asal

TERDEPAN.CO.ID,BATAM- Pasokan Telur yang ada di Kota Batam mengalami ketersediaan yang tersendat. Hal ini dipertegas oleh Kepala Dinas Dinas perindustrian dan perdagangan ( Disperindag ) Kota Batam, Gustian Riau, kamis (06/08/2021).

Ia menyampaikan tersendatnya pengiriman Telur ke Batam karena terkendala di daerah asal Kota Medan yakni sebanyak 7 Kontainer belum bisa masuk ke Batam dan dari pihak Distributor tidak melaporkan secara riil di lapangan kepada petugas.

Bacaan Lainnya

“Permasalahannya dari Medan belum masuk ke Batam, Telur -Telur tersebut ada persoalan dari daerah asalnya, lebih kurang ada beberapa 7 kontainer kalau tak salah, pihak dari pada distributor itu tidak melaporkan secara riil ke Disperindag,”jelas Gustian Riau melalui wawancara by phone.

Dirinya menegaskan keterlamabatan distribusi telur dari Medan ke Batam sudah berlangsung dua minggu yang lalu namun demikian pihaknya akan melakukan kros cek di lapangan.

Gustian saat disinggung bahwa keterlamabatan distribusi Telur ke pasar-pasar di masyarakat Batam bukan hanya sekedar karena ada kendala di daerah asal Telur tersebut, namun juga ada kaitannya dengan pelayanan aplikasi Bea Cukai Batam yang sering mengalami kendala (error) menyampaikan bahwa pihaknya belum mendengar informasi tersebut dan akan melakukan koordinasi dengan pihak Bea Cukai sebagai mitra pemerintah.

“Yang diutamakan oleh Bea Cukai Batam adalah soal karantina, apabila kebutuhan bahan baku atau bahan pokok yang dimuat di Kapal mau masuk atau bersandar atau ada dua kapal lagi yang akan bersandar itu didahulukan oleh Bea Cukai . Jadi saya tidak pernah mendengar persolan apapun terkait aplikasi Bea Cukai . Namun jika itu benar terjadi nanti Saya akan koordinasi lagi dengan Bc, “paparnya.

Dirinya juga menegaskan permasalahan pengiriman Telur dari Medan saat ini sudah selesai dan tidak ada kendala lagi.

“ Kalau masalah itu sekarang sudah clear, “lanjutnya.

Sedangkan Humas Bea Cukai Batam dalam pemaparannya membenarkan adanya gangguan Gangguan Sistem Informasi dan/atau keadaan kahar  terkait aplikasi cases coustum PPF’TZ-01.

“Mungkin ini yang perlu kita luruskan, sesuai dengan adanya keterbatasan dan keterlangkaan Supley khususnya telur di pasar,  emang dalam 2 minggu terakhir kemaren itu ada kondisi kahar di Bea Cukai terakait dengan aplikasi cases coustem mengalami gangguan dan sementara proses untuk orang memasukan barang dari luar daerah pabean ke Batam ini perlu proses penyelesaian terkait dengan formalitas, “urainya.

Ke pabeannya dimulai  dari misalnya menyajukan Manifes,terkait  kedatanganan sarana pengangkutnya dalam hal ini kapal kemudian  juga sampai barang tadi diberitahukan dengan dokumen ppf tz 01 proses itu emang terganggu karena beberapa picture kita di cesa terutama di manifest sempat down namun demikian teman teman disni Bea Cukai Batam sudah melakukan beberapa langka investigasi untuk mengurangi resiko itu, Lanjutnya.

Menurutnya, pihaknya membolehkan distributor melakukan pemberitahuan dan penyelesaian secara manual sampai keadaan kahar di cabut.

“Ini bisa diselesaikan dengan pemberitahuan atau penyelesaian formalitas pabean secara manual,artinya ketika system itu down,manual bisa dilakukan, “tutupnya.

Pantauan dilapangan para pedagang di pasar mengeluhkan lambatnya pengiriman Telur hingga menyebabkan harga telur di pasar melambung tinggi yang mengakibatkan daya beli masyarakat menurun.

Reporter : Ose

Editor : IKA

#BCBatam #DisperindagBatam

 

 

 

 

TERDEPAN TV

Pos terkait