Bupati Kendal: Masyarakat Tidak Terdampak Kenaikan Harga BBM

Polres Kendal gelar diskusi antisipasi dampak kenaikan harga BBM. (Foto: Eko Prayogo, 6/9/2022)

TERDEPAN.CO.ID, KENDAL | Polres Kendal gelar Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka mengantisipasi dampak kenaikan BBM di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Kegiatan dilaksanakan di aula Polres Kendal, Selasa (6/9/2022).

Hadir pada kegiatan tersebut Bupati Kendal H Dico M Ganinduto, Bsc, Kapolres Kendal AKBP Jamal Alam H, SH, SIK, MSi, Dandim 0715 Kendal Letkol Inf Mishael Marten Jenry Polii, S.Sos. Ketua DPRD Kabupaten Kendal H. Muhammad Makmun, SHI, Wakil Ketua PN Kendal Nunung Kristiyani, SH, MH, Kajari Kendal diwakili kasie perdata Baladhika Surengpathi, SH, MH, serta beberapa pengurus organisasi maupun beberapa pejabat OPD di Kabupaten Kendal.

Bacaan Lainnya

Bupati Kendal, H. Dico M Ganinduto, BSc menyampaikan bahwa kenaikan BBM tentunya berdampak pada penurunan devisa negara. Dan kenaikan inflasi daerah tentunya ada gap, di mana pemerintah harus mengambil tindakan agar subsidi BBM diturunkan.

Fakta di lapangan, subsidi BBM saat ini hanya 20% yang dirasakan masyarakat kurang mampu, dan 80% dinikmati masyarakat menengah ke atas. Maka pemerintah akan mengalihkan subsidi melalui BLT BBM.

“Pemerintah Kabupaten Kendal akan menganggarkan Rp4,8milyar, 2% dari alokasi pemerintah pusat terkait dengan kenaikan inflasi daerah sebagai dampak kenaikan harga BBM. Secara teknis penyaluran data akan di-update secara berkala, dan dipastikan tepat sasaran,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Kendal menyumbangkan surplus atas inflasi daerah, dikaji melalui beberapa kemungkinan relokasi Dana Desa maksimal 30% untuk masyarakat yang terdampak inflasi. Menciptakan lapangan pekerjaan melalui pelatihan yang sudah di jalankan oleh Pemerintah Kabupaten Kendal sekitar seribu masyarakat Kendal saat ini.

Dikatakan Dico bahwa, masyarakat penerima manfaat sebanyak 74.320 keluarga akan menerima bantuan sosial dari dampak kenaikan BBM. Di antaranya Nelayan yang mengalami dampak secara langsung, akan menerima melalui BLT BBM dan sembako, asuransi Nelayan dan kegiatan padat karya.

“Inflasi daerah Kabupaten Kendal saat ini masih di bawah 5%, masyarakat Kendal insyallah tidak mengalami dampak kenaikan harga BBM,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolres Kendal AKBP Jamal Alam H, SH, SIK, MSi menjelaskan bahwa target dari dampak Kenaikan BBM Kabupaten Kendal, keluarga penerima manfaat akan menerima dana sosial Rp600 ribu/bulan, dan sudah mulai diterima mulai September.

“Konsentrasi kita adalah monitoring, pengawasan SPBU selama 24 jam. Dengan maksud antisipasi kerawanan dampak kenaikan BBM. Sampai saat ini hasil monitoring anggota di lapangan masih kondusif,” jelasnya.

Jamal Juga memaparkan bahwa kasus yang sudah ditangani Polres Kendal saat ini adalah penangkapan pelaku penimbunan BBM di wilayah Kecamatan Weleri. Dan juga ungkap kasus penimbunan BBM di wilayah Kecamatan Kaliwungu yaitu BBM Dioplos dengan kondesat.

“Polres Kendal saat ini menyiagakan anggota kurang lebih 350 personil dalam rangka antisipasi dampak kenaikan harga BBM,” paparnya. (Eko Prayogo)

Editor: Andri Sofian

#kenaikanbbm
#polreskendal
#bupatikendal

TERDEPAN TV

Pos terkait