PLN Tandatangani MoU Pengembangan PLTS Terapung di Tembesi Batam

PT PLN Nusantara Power dan PT Energi Baru TBS menandatangani nota kesepahaman terkait pembangunan PLTS Terapung dengan kapasitas 42 MWp (dok PLN)

TERDEPAN.CO.ID, BATAM | Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan industri di Batam, Kepulauan Riau, PT PLN (Persero) berkolaborasi dengan beberapa perusahaan nasional akan mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung Waduk Tembesi dengan total kapasitas 42 Mega Watt peak (MWp).

Dalam rangka itu, PT PLN Batam, PT PLN Nusantara Power dan PT Energi Baru TBS, menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman tentang rencana studi kerja sama potensi, pengembangan, pembangunan, kepemilikan, dan pengoperasian proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung di Batam, pada Senin lalu (17/4/2023).

Bacaan Lainnya

“Kolaborasi ini dilakukan untuk mendukung upaya pemerintah mempercepat transisi energi di Indonesia. PLN tidak bisa berdiri sendiri, PLN harus terbuka dan berkolaborasi menggandeng berbagai pihak untuk bersama-sama mencapai target Net Zero Emission 2060,” ujar Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PT PLN (Persero) Wiluyo Kusdwiharto, Sabtu (22/4/2023).

PLTS Terapung (ist)

Wiluyo mengatakan bahwa upaya transisi energi menuju energi bersih dengan meningkatkan bauran energi baru terbarukan (EBT) dapat menjadi tulang punggung sistem kelistrikan Batam. Dia juga berharap kejadiran PLTS Apung ini tidak hanya menekan emisi karbon, tetapi listrik dari pembangkit ini dapat dimanfaatkan untuk menerangi Pulau Batam dan sekitarnya yang terhubung dengan jaringan listrik PLN Batam.

Sementara Direktur Utama PLN Batam, M. Irwansyah Putra, menjelaskan bahwa MoU ini akan menjadi langkah awal bagi PLN Batam, PLN Nusantara Power dan Energi Baru TBS, untuk bersama-sama mewujudkan transisi energi. Dia juga berharap pembangunan PLTS Apung Tembesi ini juga akan semakin meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Pulau Batam.

“Pembangunan PLTS ini merupakan proyek EBT terbesar di Kepulauan Riau yang akan meningkatkan perekonomian dan menjadi etalase untuk mengundang investor luar untuk berinvestasi di Batam,” ungkapnya.

Irwansyah mengatakan bahwa PLN Batam mendukung penuh transisi energi yang sudah tertuang di RUPTL PLN Batam dan merupakan program Pemerintah untuk peningkatan bauran energi baru terbarukan dan pengembangan PLTS hingga 125 Megawatt (MW) di tahun 2026.

“Melalui sinergi antara PT Energi Baru TBS, PT PLN Nusantara Power dan PT PLN Batam, kita harapkan kegiatan ini menjadi batu loncatan untuk menginisiasikan kerja sama yang lebih besar dan kemitraan untuk pengembangan EBT lainnya. Harapan kami ke depannya kerja sama ini tidak terbatas hanya di wilayah Batam, bisa dikembangkan untuk daerah lain,” ucapnya. (*)

RTN
Editor: Andri Sofian

#pltsterapungbatam
#plnbatam

TERDEPAN TV

Pos terkait