Dugaan “Aroma” Perjudian dalam Operasional Gelper di Duta Game Zone Menguat

Gelper Duta Game Zone di Komplek Dutamana Batam Centre

TERDEPAN.CO.ID,BATAM-  Dugaan aroma perjudian Gelanggang Permainan (Gelper) yang berada di Duta Game Zone berlokasi di Ruko Pasar Dutamana, Kecamatan Batam Kota menjadi cerita panjang dan bukti bobroknya mental bagi yang ikut bermain didalamnya, Sabtu (31/01/26).

Cerita ini disampaikan salah satu pemain yang kerap datang dan menghabiskan malam serta uang untuk bermain mesin ketangkasan yang sudah berkamuflase menjadi perjudian tersamarkan.

Bacaan Lainnya

Sebut saja Herman (nama yang disamarkan) mengatakan bahwa dirinya sudah kecanduan main judi gelper sampai pulang larut dan uangnya habis serta ribut sama istri apabila tak membawa uang saat pulang.

“Saya itu kalau punya uang bawaannya main kesitu, datang bawa uang berapapun pulangnya nyaris habis. Kalau seandainya menangpun hanya beberapa kali saja selebihnya kalah dan ludes,”katanya.

Ia menyampaikan semua permainan Gelper itu sudah pasti judi, kalau tidak ada uangnya mana mau orang datang kesana,”jelasnya.

Menurutnya, Gelper dikota Batam memang memiliki ijin dari Pemerintah, namun kenyataannya praktek di lapangan banyak yang dilanggar dan dijadikan judi yang tersamarkan.

Judi Gelper itu masuk unsur pidana 303, kesalahannya Gelper lokasinya juga dekat perkampungan apalagi ijinnya gelannggang permainan tapi kenyataanya prakteknya judi berkedok Gelper. Ini kan bisnis untung-untungan dan bisnis memberi harapan. Kalau dilihat dari segi agama selain dilarang undang-undang juga dilarang agama secara moral.

Herman menjabarkan unsur judi dan cara main di tempat Gelper tersebut yakni pemain membeli tiket dan selanjutnya apabila menang poinnya langsung bisa ditukar uang di kasir.

“Unsur judinya, kita beli tiket lalu kita main dan selanjutnya kita dapat koin lalu diganti dengan uang .  Dan uangnya kita dapatkan dikasirnya. Berapa  poinnya jadi nanti kita dapat ganti misalnya poinnya Rp.200 nanti kita dapat Rp.200 ribu uang tunai.”tuturnya lagi.

Gelper itu, bisnis setan, bisnis harapan dan pastinya membuat siapapun pemainnya ketagihan. Semalam  pemain besar bisa bawa uang hingga10-20 juta.  Kalau  pemain yang kalangan rendah seperti sopir taxi atau gojek paling mainnya ratusan ribu dan ini sangat miris kalau dibiarkan.

“Gelper permainan anak-anak. Tapi nyatanya tak pernah ada dan kalau  anak-anak tak mungkin main puluhan juta. Sekarang Gelper itu terang-terangan tukar duitnya, “bebernya kembali.

Lanjutnya, untuk membeli tiket untuk ditukar koin paling sedikit Rp 50.000.

Herman berharap Gelper itu ditutup saja apalagi Batam sebagai kota Madani yang terkenal dengan tempat ibadah dimana mana dan bisa merusak mental masyarakat, apalagi pemainnya rata-rata masyarakat penghasilan kecil yang berdampak banyaknya perceraian karena uang nafkah bermuara di meja perjudian Gelper.

“Harapannya judi itu dihilangkan  karena banyak tak baiknya daripada baiknya. Apalagi kalau yang main itu kalangan rendah bisa cerai rumahtangga, karena tak bisa menafkahi keluarga. Itulah dampaknya judi. Orang kaya bisa bangkrut apalagi yang miskin bisa juga bangkrut dan bisa miskin lagi.

Diketahui dari angka perceraian yang ada di Kota Batam lebih banyak didominasi karena faktor ekonomi dengan alasan semenjak adanya Gelper banyak para suami yang tak bawa uang untuk menafkahi istrinya sehingga terjadinya pertengkaran dan percerairan.

Merujuk aturan gelanggang permainan (gelper) di Batam diatur ketat dalam Perwako dan Perda Pariwisata, yang mengharuskan izin dari Dinas Pariwisata, jam operasional jam 10.00-24.00 WIB, serta dilarang keras memfasilitasi perjudian, menukar tiket dengan uang, atau diakses anak sekolah. Pelanggaran atas aturan ini, terutama terkait praktik judi terselubung, dapat mengakibatkan pencabutan izin dan sanksi pidana. 

Sedangkan fakta lapangan Duta Game Zone justru dengan terang-terangan mengiklankan diri di medsos buka 24 jam non stop melangkahi aturan yang sudah ditetapkan oleh Pemko Batam tentang jam operasional dan dugaan adanya perjudian yang hingga saat ini luput dari pantauan aparat. Dan spanduk pengumuman larangan yang tertempel di depan pintu masuk diduga hanya sebagai kamuflase di masyarakat.

RED
#GELPER
#DutaGameZone

TERDEPAN TV

Pos terkait