Depan Tim Kecamatan Nongsa Ketua RT Hartanto Wibowo Tantang Warganya Melapor Polisi

Tim Kecamatan saat turun bertatap muka dengan warga BDB terkait Permohonan Penonaktifan Ketua RT 004 RW 022 Hartanto Wibowo

TERDEPAN.CO.ID,BATAM–  Sikap arogan Ketua RT Buana Duta Bandara dan perangkatnya sungguh sangat arogan di depan petugas Kecamatan dan Kelurahan serta warganya saat ada pertemuan di fasum yang di hadiri oleh puluhan orang, Selasa ( 30/06/26) malam.

Bukannya merendah dan mengakui kesalahan yang telah diperbuatnya justru Ketua RT Hartanto Wibowo dan perangkatnya menunjukan etika dan sikap yang kurang sopan dan menantang warganya untuk melaporkan dirinya ke Polisi atas laporan dugaan penyelewengan penggunaan anggaran uang sampah yang seharusnya dibayarkan kepada DLH Kota Batam.

Bacaan Lainnya

“Silahkan laporkan ke polisi jika ada terbukti bersalah. Saya dukung dan siap dilaporkan, mau lapor ke Polresta Barelang atau ke Polda Kepri, “cetus Ade Seketaris RT bernada keras penuh kesembongan yang ditimpali oleh Bowo selaku Ketua RT 004 RW 022 Kelurahan Batu Besar Kecamatan Nongsa- Batam.

Padahal dalam pertemuan tersebut Tim Kecamatan yang terdiri dari petugas Kecamatan yang di wakili oleh Sekcam, Kasi Pemerintahan dan Satpol PP serta dari Kelurahan Batu Besar sedang melakukan tatap muka dan mendengarkan pendapat atas usulan warga untuk menonaktifkan Ketua RT Hartanto Wibowo yang dinilai tidak layak untuk meneruskan jabatannya sebagai ketua RT karena dianggap memiliki sikap yang kurang beretika dan melakukan dugaan penyelewengan anggaran uang sampah tanpa sepengetahuan dan seijin warganya yang seharusnya di berikan kepada petugas DLH Kota Batam.

Tak hanya itu sikap arogan Ketua RT Bowo juga ditunjukan secara tidak kooperatif dalam menjawab klarifikasi masukan serta laporan warga akan tindakannya terhadap ijin masuknya pemasangan tiang dan jaringan kabel Internet Bizmet yang telah merugikan warga dan berdampak dengan estetika lingkungan sehingga masyarakat merasa dirugikan.

Ade, Seketaris perangkat RT 004 RW 022 Buana Duta Bandara

Dalam pertemuan tersebut pihak Kecamatan memberikan ruang kepada warga dan pihak yang dilaporkan (Ketua RT) untuk memberikan klarifikasi dan penyanggahan.

Namun dari pihak Ketua RT dalam klarifikasi serta penyanggahannya selalu berdalih menggunakan kata-kata dan penggiringan opini tanpa disertai data yang jelas. Sedangkan dari pihak masyarakat silih berganti menyuarakan dan memaparkan tindakan dan kebijakan Ketua RT Hartanto Wibowo yang dinilai merugikan masyarakatnya dengan menyajikan fakta data yang jelas kepada Tim Kecamatan bentukan Camat Eva Marhaini untuk di catat dan dijadikan bahan evaluasi untuk segera menonaktifkan Ketua RT Bowo secepatnya.

Sempat terjadi kericuhan yang dilakukan istri RT Bowo yang menambah tidak simpatinya masyarakat terhadap kinerja dan kemampuannya dalam memimpin masyarakat dan membawa warga dalam Susana yang nyaman dan damai.

Dalam penegasan Seketaris Camat (Sekcam) Nongsa, Safaat dalam penegasannya akan mencatat semua apa yang dilihat dan didengar pada pertemuan tersebut dan hasilnya nanti akan di sampaikan kepada Camat sebagai bahan evaluasi berikutnya sebagai tanggapan bahwa Pemerintah Daerah dalam hal ini (Kecamatan dan Kelurahan) telah hadir di tengah masyarakat untuk memberikan solusi yang terbaik.

“Ini semua sudah saya catat apa saja yang disampaikan malam ini dan nanti akan kita sampiakan ke Bu Camat dalam rapat untuk bahan evaluasi atas tanggapan surat yang sudah dilayangkan warga,”kata Sekcam.

BACA JUGA :

https://www.terdepan.co.id/2026/07/01/petugas-kaget-dan-heran-undangan-kecamatan-nongsa-ke-warga-buana-duta-bandara-hanya-dihadiri-puluhan-orang/

Sedangkan Kasi Pemerintahan Prima dalam pertemuan tersebut juga menyoroti sikap Ketua RT dan perangkatnya yang bersikap seolah menantang warganya serta membuat keputusan dan kebijakan tanpa melibatkan warganya adalah tindakan yang kurang terpuji dan salah.

“Ada kata-kata “Didukung Ataupun Tidak di Dukung Serta Suka Ataupun tidak Suka Saya Akan Tetap Menjabat Sampai Habis 5 Tahun, Toh Saya Sudah Biasa  Bekerja Sendiri “ itu sama saja menantang warganya sendiri dan itu tindakan tidak terpuji apalagi dalam mengambil keputusan dan kebijakan tidak melibatkan dan tanpa sepengetahuan warga itu salah, “jelas Prima menyimpulkan sikap RT kepada warganya.

Sedangkan masyarkat yang hadir maupun tidak hadir berharap dengan kehadiran Tim Kecamatan bentukan Camat Eva Maharini ini tidak sekedar seremonial saja tapi ada kepastian keputusan yang pro masyarakat.

“Kami berharap mereka datang bukan sekedar sereminial kunjungan namun ada kepastian yang pro masyarakat agar tidak terjadi pergolakan yang lebih besar nantinya. Jangan sampai jadi Bom waktulah, “seru Warga tanpa mau sebut nama.

Diketahui Ketua RT 004 RW 022 Hartanto Wibowo mulai dari pertama menjabat sudah melakukan tindakan yang kurang baik kepada warganya dan saat ini hamper 95 Persen dari 250 warga kurang menghargainya serta hilang rasa percaya terhadap kinerja dan kepimpinannya hingga timbul Mosi tidak percaya yang dilayangkan kepada Kelurahan, Kecamatan dan Pemko Batam.

RED
#PemkoBatam
#PERWAKORT/RWBatam
#KecamatanNongsa
#KelurahanBatuBesar
#BuanaDutaBandara


 

 

TERDEPAN TV

Pos terkait