TERDEPAN.CO.ID, KARIMUN – Permukiman warga Kampung Ambat Jaya, Desa Pangke Barat, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun, kembali diselimuti debu tebal pada Rabu (26/8/2026).
Debu tersebut diduga berasal dari aktivitas operasional PT Saipem Indonesia Karimun Yard. Kondisi itu kembali memicu keresahan warga yang telah lama mengeluhkan persoalan serupa.
Debu yang menyelimuti permukiman membuat warga merasa terganggu. Rumah, perabotan, dan makanan ikut terkena debu, sementara masyarakat mengaku kesulitan mendapatkan lingkungan yang nyaman.

Salah seorang warga Kampung Ambat Jaya, Rafik, mengaku harus membersihkan rumah hingga tiga kali setiap hari. Makanan dan perabotan juga wajib ditutup agar tidak terkena debu.
“Seperti itulah yang kami alami di sini, setiap hari nyapu bisa tiga kali sehari, makanan wajib ditutup agar bersih dan terhindar dari debu. Sudah macam minum obat,” ungkap Rafik.
Keluhan Rafik menggambarkan keresahan masyarakat yang menginginkan persoalan tersebut segera ditangani secara serius. Warga berharap perusahaan tidak hanya melakukan pengendalian, tetapi memastikan dampaknya benar-benar berkurang.


Febri pihak PT.Saipem yang selalu berkomunikasi dengan warga terkait persoalan debu, saat awak media ini berusaha meminta klarifikasi terkait permasalahan yang dialami warga kapung ambat jaya, Desa Pangke Barat dirinya tidak merespon pesan singkat yang dikirimkan melalui aplikasi WA.
Masyarakat mendesak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karimun tidak tinggal diam terhadap pengaduan yang terus muncul. Pemerintah diminta segera melakukan pemeriksaan dan memastikan perlindungan lingkungan serta hak warga terpenuhi.(Fjr)







