PLN Batam Pastikan Pelanggan Terdampak Pemadaman Listrik Total Peroleh Konpensasi

Kwin Fo Direktur PLN Batam

TERDEPAN.CO.ID,BATAM– Paska terjadinya pemadaman listrik massal PLN Batam memastikan pelanggan yang terdampak pemadaman listrik total atau blackout pada Senin (12/10/2026) akan memperoleh kompensasi. Untuk pelanggan reguler, kompensasi tersebut diberikan secara otomatis melalui tagihan listrik bulan November 2026 tanpa perlu mengajukan permohonan.

Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha PLN Batam, Raditya Surya Danu dalam keterangannya menyampaikan, pemberian kompensasi mengacu pada Peraturan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 22 Tahun 2017 tentang Tingkat Mutu Pelayanan dan Biaya yang Terkait dengan Penyaluran Tenaga Listrik oleh PT Pelayanan Listrik Nasional Batam.

Bacaan Lainnya

Ada beberapa kriteria ketentuan bagi pelanggan reguler yang akan memperoleh kompensasi sebesar 10 persen dari komponen tagihan yang menjadi dasar perhitungan.

Adapun pemberian kompensasi dilakukan berdasarkan evaluasi indikator Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) dan mekanisme yang telah diatur dalam regulasi tersebut. Rantai Pasok Industri Juga Terganggu ”Blackout ” Batam

“Untuk pelanggan reguler, sesuai peraturan gubernur, kompensasi sebesar 10 persen terhadap beban akan langsung otomatis masuk ke tagihan atau billing bulan November,” kata Raditya dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Senin (19/10/2026), dikutip dari Antara.

PLN Batam dalam keterangannya menyampaikan kompensasi bagi pelanggan reguler akan langsung diperhitungkan dalam tagihan listrik November 2026.

“Jadi kami ada dua jenis layanan, satu layanan bagi pelanggan reguler, yang otomatis jadi tidak perlu membuat permohonan maupun pergi ke kantor,” jelasnya.

Berapa besar kompensasi untuk pelanggan bisnis? Berbeda dengan pelanggan reguler, kompensasi bagi pelanggan layanan khusus atau bisnis ke bisnis (business-to-business/B2B) memiliki mekanisme perhitungan tersendiri.

Raditya menyebutkan, besaran kompensasi bagi pelanggan layanan khusus berada pada kisaran 15 hingga 25 persen dari total pemakaian pelanggan.

Persentase yang diterapkan dapat berbeda-beda, bergantung pada jenis layanan dan ketentuan yang berlaku bagi masing-masing pelanggan.

“Untuk layanan khusus B2B, berbeda-beda sesuai dengan pelayanan. Besarannya sekitar 15-25 persen dari total pemakaian pelanggan,” ujarnya.

Tegaskan Tak Terkait Data Center Pemberian kompensasi mengacu pada Peraturan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 22 Tahun 2017.

Regulasi tersebut mengatur tingkat mutu pelayanan serta biaya yang terkait dengan penyaluran tenaga listrik oleh PT Pelayanan Listrik Nasional Batam.

Dalam pelaksanaannya, PLN Batam menggunakan indikator Tingkat Mutu Pelayanan sebagai dasar evaluasi.

Di tengah rencana pemberian kompensasi kepada pelanggan, PLN Batam menyatakan nilai kerugian yang dialami perusahaan akibat gangguan kelistrikan tersebut belum dihitung.

Diketahui sebelumnya, PLN Batam juga berjanji akan segera melakukan pemeriksaan dan isolasi gangguan serta membangun kembali sistem kelistrikan secara bertahap. Hingga Senin pukul 22.00 WIB, sekitar 60% pelanggan di Batam telah kembali mendapatkan pasokan listrik.

Pada Selasa (13/10/2026) pukul 01.00 WIB, hampir seluruh pelanggan Batam kembali menyala, meskipun pemulihan sejumlah unit pembangkit masih terus berlangsung.

Adapun pasokan listrik ke Bintan berhasil dipulihkan sepenuhnya pada Rabu (14/10/2026) pukul 18.30 WIB. Proses transfer daya melalui kabel laut dilakukan secara bertahap setelah sistem Batam memiliki kestabilan dan cadangan daya yang memadai.

“Pemulihan ke Bintan dilakukan murni berdasarkan pertimbangan teknis, bukan karena perbedaan prioritas pelayanan. Kami harus memastikan sistem Batam cukup stabil sebelum melakukan transfer daya agar tidak memicu gangguan meluas kembali,” jelas Kwin Fo.

Pihak PLN juga menyampaikan guna memastikan pasokan listrik kepada masyarakat dapat kembali normal dan meminta maaf kepada seluruh pelanggan.

“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan dan masyarakat. Sejak awal kejadian, seluruh tim PLN Batam bekerja siang dan malam dengan fokus utama memulihkan sistem kelistrikan Batam-Bintan,” pungkas Kwin Fo. (*)

RTN
Editor : IKA
#PLNBatam

 

TERDEPAN TV

Pos terkait