TERDEPAN.CO.ID,KEPRI- Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyatakan pemerintah daerah belum menerima arahan dari pemerintah pusat terkait rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Batam. Rencana tersebut masih sebatas kajian awal yang disampaikan pemerintah pusat.
Ia menegaskan, rencana pembangunan PLTN di Batam perlu melalui kajian menyeluruh sebelum diputusakan untuk direalisasikan. Kajian tersebut terutama menyangkut kelayakan, efisiensi, keamanan dan prospek pemanfaatan energy nuklir ke depan.
“Kalau itu saya belum tau .Tidak ada koordinasinya, Itu kan baru disampaikan pak Bahlil yak an . nanti soal kelayakannya kan pemerintah pusat pasti melakukan kajian . Kalau emang lebih efisien dan lebih aman lebih prospek bagus kedepan dan keamanannya lebih bagus kenapa tidak,”jelas Ansar, Rabu (28/10/26).
Sebelumnya Menteri ESDM sekaligus Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa Batam menjadi salah satu lokasi potensial yang sedang dikaji, implementasi riil di daerah masih menunggu proses teknis yang panjang dari pusat.
Adapun point penting dalam wacana pengembangan PLTN yang akan di tempatkan lokasinya di Kepri khususnya di Batam yakni, harus melewati kajian kelayakan (feasibility study) yang mendalam dan jaminan keamanan ekstra ketat mengingat sensitivitas teknologi nuklir.
Selanjutnya, untuk wilayah lokasi definitif pembangunan PLTN di Kepri belum ditetapkan secara resmi dan Pemerintah pusat saat ini masih melakukan perhitungan matang, termasuk menimbang wilayah lain seperti Halmahera (Maluku Utara), Kalimantan, dan Sumatra.
Dengan adanya wacana pembangunan di Batam bertujuan serta diarahkan untuk memperkuat keandalan pasokan daya domestik dan menopang kebutuhan industri energi yang semakin tinggi di wilayah kepulauan tersebut./ BGS
Editor : IKA #PLTN #GubernurKepri #AnsarAhmad







