Tawarkan Perubahan, Lukita-Basyid Ajak Masyarakat Batam Memilihnya Menjadi Walikota Batam 2020-2025

Paslon No 1 Lukita-Basyid

TERDEPAN.CO.ID,BATAM- Pasangan Calon Walikota Batam nomor urut 1 menawarkan perubahan kepada masyarakat, untuk menjadikan Kota Batam menjadi kota modern, sejahtera, merata, bahagia dan mendunia dengan cara memilihnya sebagai Walikota Batam 2020-2025, hal tersebut disampaikannya pada acara Rapat Paripurna pembacaan visi-misi bersama rivalnya paslon nomor urut 2, Rudi-Amsakar, di Gedung DPRD Batam , Senin (16/11/20).

Lukita-Basyid dalam pembacaan visi-misinya mengusung berbagai permasalahan dan keluhan yang dialami masyarakat Kota Batam selama ini, yang dirasa mengalami banyak kemerosotan ekonomi, pengangguran, kesenjangan, kesejahteraan, minimnya lapangan kerja, ketidakpastian investasi dan kurangnya perhatian pemerintah disektor UMKM, Pertanian, Perikanan, Pendidikan dan Kesehatan  serta pelayanan publik yang belum optimal.

Bacaan Lainnya

“Pasangan Lukita Basyid Paslon No 1, bertekat menggelorakan semangat perubahan  di Kota Batam. Tanpa perubahan dalam kebijakan  program dan kegiatan, maka Batam yang selama lima tahun terakhir perekonomian menurun  akan semakin sulit bangkit, untuk mencapai kejayaannya seperti dulu. Terlebih dengan adanya pandemik Covid19, akan semakin berakibat pada menurunnya lapangan kerja yang tersedia untuk masyarakat, dan pada gilirannya berakibat pada turunnya tingkat kesejahteraan masyarakat.

Tingkat pengangguran tinggi sekitar 7,8 persen (sebelum Covid19) sehingga tingkat kemiskinan mengalami kenaikan sekitar 5 % ( Sebelum Covid19). Setelah pandemik Covid19 data-data tersebut dipastikan semakin memburuk dan masyarakat dipenjuru Kota Batam banyak yang menjerit, berjuang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka, “terangnya.

Ia juga menegaskan dan mengkritik atas kebijakan pemerintah daerah yang hanya terfokus pada pembangunan dibeberapa titik wilayah tertentu dan disektor tertentu, sehingga sektor lain kurang terabaikan.

“Pembangunan yang tidak merata terjadi kesenjangan , pembangunan antar Pulau Batam  yang sudah maju dengan Pulau-pulau lain tersebut masih terjadi seperti, kesulitan air, listrik dan transportasi , pelayanan pendidikan dan kesehatan serta kondisi ekonomi yang tertinggal. Kesenjangan di Pulau Batam sendiri masih banyak kesenjangan didalam Pulau batam. Pembangunan Pulau Batam sendiri terlalu terfokus pada pembangunan pulau Batam, khususnya pusat Kota Batam dan wilayah tertentu Pembangunan terlalu terfokus pada pembangunan infrastruktur  terutama jalan dan hanya diwilayah tertentu.

Sementara pembangunan dalam sektor lain seperti pembangunan pendidikan dan kesehatan, pembangunan ekonomi rakyat dan UMKM, pembangunan olahraga, pembangunan pariwisata dan pembangunan sektor koperasi terabaikan.Ini akibat adanya alokasi anggaran yang sangat minim  untuk sektor-sektor tersebut dibanding untuk sektor jalan.

Lukita juga menyoroti tentang adanya pemukiman yang kurang memadai yang kedepannya perlu adanya perubahan yang lebih baik serta layak dan asri serta adanya kepastian hukum dan berinvestasi.

“Permasalahan lahan  yang tinggi dengan adanya rumah-rumah liar (Ruli) atau illegal di Pulau Batam berpotensi menimbulkan adanya konflik sosial antar kelompok masyarkat dan terjadi adanya tingkat ketidak-adilan ditempat tersebut. Daya saing Batam terus menurun demikian juga biaya hidup di Kota Batam yang tinggi  dalam beberapa tahun terakhir Batam mengalami ketidakpastian investasi hal itu disebabkan karena ketidakpastian hukum dan dan adanya tumpang tindih kebijakan pemerintah pusat dan daerah, “lanjutnya.

Dalam pelayanan publik, Lukita juga menyoroti adanya ketidaktransparan sehingga menimbulkan keresahan pada masyarakat dalam mendapatkan rasa aman dan nyaman  selama berkarya dan berusaha di Kota Batam.

“Pelayanan publik dianggap jauh dari optimal miskipun sudah adanya pelayanan publik namun berbagai pemungutan peraturan dirasa ketidakadanya transparansi yang pasti, misalnya pemungutan biaya KTP dll, “bebernya.

Dari segi UMKM Lukita juga menegaskan bahwa masih kurangnya dukungan pemerintah untuk mendorong berkembangnya ekonomi kerakyatan melalui anggaran yang dikucurkan.

“Ekonomi masyarakat UMKM kurang berkembang karena  fasilitasi dan dukungan pemerintah , dimana anggaran yang dialokasikan sangatlah  minim sekitar 2,2 Milyar anggaran APBD tahun 2019 dibanding UMKM sekitar 75.000. Banyak mereka digusur sehingga sehingga kehilangan lokasi untuk berjualan  tanpa adanya dialog dan solusi  tempat penjualan yang baru, “tuturnya.

Menurutnya, Misi dan Visi Program yang dipaparkan tersebut berangat  dari kondisi dan realita serta analisa dilapangan, dari kekuatan dan kelemahan peluang dan rancangan yang dihadapi pemerintah saat ini dan masa yang akan datang, untuk dilakukan perubahan agar semua permasalahan bisa terselesaikan dengan baik dan tepat sasaran sesuai target 7 persen pada tahun 2023 -2024.

“Kami akan bekerja untuk rakyat, apabila dipilih  dan diberikan amanah oleh rakyat  di kota Batam. Hal ini memiliki tujuan positif terhadap perekonomian rakyat terhadap sandang, pangan dapat tercukupi sebagai landasan  majunya Kota Batam,  untuk menjadikan Kota Batam yang berstandar Internasional  melalui dalam pelayanan, kebersihan , keamanan dan lingkungan hidup.  Prinsip dalam pembangunan manusia yang  memanusiakan manusia dan sumber daya manusia secara lahir dan batin.  Secara individual maupun secara kelompok, “promosi Lukita dengan mengajak masyarakat untuk memilihnya.

Lukita juga menawarkan berbagai program apabila Dia terpilih nanti yakni mengembangakan rumah layak huni  yaitu penyelesaian sertifikat lahan  dan Kampung Tua, bedah rumah dan keringanan UWTO , PBB untuk kelompok tertentu,  BPJS kelas 3 gratis , Ambulance Gratis  setiap Kecamatan  serta perbaikan kwalitas dan  kesejahteraan dan prasarana  dari tenaga kesehatan.

“Batam sehat, dengan program kartu Batam bahagia , murah dan terjangkau  dan Batam berdikari  dengan program kegiatan membangun ketahana pangan, pertanian, dan perikanan, pembangunan produksi lokal  dan pasar rakyat serta  pembentukan badan usaha logistik  daerah , promosi dan mengembangankan perhutanan serta Program Kesehatan dari mulai lahir hingga  lansia  dan saat meninggal dunia. Batam Cerdas , dengan program kegiatan , yaitu pendidikan untuk semua  melalui pelaksanaan kartu Batam Bahagia , pendidikan murah dan terjangkau, “pungkasnya.

 

Redaksi

#LukitaBasyid #DPRDBatam #KPUBatam #BawasluBatam

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TERDEPAN TV

Pos terkait