Eskalator Mega Mall Masih Nyetrum Aktivis Liar Aksa Halatu Minta Pemko Batam Ultimatum Managemen

Aksa Halatu Ketua Umum LIAR

TERDEPAN.CO.ID,BATAM- Mega Mall sebagai pusat perbelanjaan ternama dan cukup terkenal di Kota Batam adalah pusat perbelanjaan bertaraf Internasional di Kepulauan Riau. Keberadaannya sangatlah strategis karena bersebelahan langsung dengan Pelabuhan Internasional Batam Centre yang banyak di kunjungi oleh wisman mancanegara. Namun disayangkan dalam pelayanan publik khususnya eskalator yang nyetrum pengunjung dianggapnya suatu hal yang biasa saja oleh managemen Mega Mall.

Bukan sekali saja pengunjung mendapatkan pengalaman yang tidak menyenangkan, dari bukti wawancara Tim TERDEPAN, sudah puluhan pengunjung merasakan sengatan setrum eskalator saat berpegangan di handrail berjalan itu. Tak hanya itu staff managemen maupun security hingga pekerja di Mall tersebut juga mengakui ikut merasakan sengatan tersebut.

Bacaan Lainnya

“Kenapa harus dicoba kalau itu sesuatu yang membahayakan nyawa. Saya sudah tau karena saya juga sudah merasakan kesetrum, “terang Cheap Securiti saat mengantar TERDEPAN ke ruang managemen.

“Iya sudah banyak yang mengadu kesetrum ke kami, bahkan saya sendiri juga pernah kesetrum,”kata pegawai makanan saji yang ada di samping eskalator bermasalah tersebut.

Ketua Umum Liar Lingkaran Amanah Rakyat (LIAR), Aksa Halatu mengatakan, Mega Mall adalah sarana pelayanan  publik dimana masyarakat yang datang ke sana  menikmati segala bentuk fasilitas di saat belanja dengan nyaman.

“Jadi  pelayanan publik yang tidak maksimal tentunya ini menjadi  sesuatu ukuran  yang harus diperbaiki oleh management. Kalau ada  eskalator nyetrum atau dia mati satu saja,  ini sudah mengganggu pelayanan publik. Apalagi eskalator yang ada setrum sehingga membuat orang harus terkjejut.

Jadi sesuai dengan yang dikatakan oleh managemen apabila itu dianggap hanya kejutan kecil ini sama saja menyederhanakan persoalan yang ada. Kalau ada orang yang  memiliki  penyakit atau ada orang yang terkejut kan bisa  jatuh dan terjepit,”serunya, Selasa, 23/04/24) di Batam Centre.

Aksa menghimbau kepada Pemko Batam khususnya Disperindak Kota Batam agar segera menindaklanjuti keresahan masyarakat terkait eskalator yang nyetrum ini agar tidak ada korban yang lebih fatal nantinya.

“Apakah pihak yang berkaitan dengan Pemko Batam yang berurusan dengan  usaha Plaza  yang bisa memberikan ultimatum itu managemen  Mega Mall, jangan sampai ada korban. Dan apabila suatu saat ada korban, Saya sebagai aktifis di Kota Batam meminta supaya  Mega Mall itu segera di tutup. Karena managemen Mega Mall seolah menganggap persoalan seperti itu disederhanakan karena ini menyangkut  persoalan nyawa manuasia,”tegas Aksa yang dikenal dekat dengan Walikota Batam, Rudi.

GM Mega Mall saat didatangi Parida, Perlindungan Konsumen

Nyawa manusia tidak boleh disederhanakan. Jadi informasi yang saya dapat dari beberapa pihak  apa yang dilakukan managemen Mega  Mall merupakan hal-hal yang tidak bertanggungjawab karena menyederhanakan  pada keselamatan manusia,”paparnya lantang.

Saya  memberikan kritik melalui media ini  agar Mega Mall melakukan perbaikan sampai tidak nyetrum lagi eskalator tersebut. Apabila tidak melakukan perbaikan, saya himbau kepada warga Kota Batam atau warga Singapura yang berbelanja di Mega Mall, yang nota bene  itu dekat Pelabuhan Internasional jangan mau ke Mega Mall, karena keselamatan anda tidak terjamin. Hal kecil saja kita juga tidak terima , Ini Mall kok tidak baik ya! apalagi ini tentang  hal-hal yang berhubungan dengan nyawa manusia,”tutupnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau ketika di konfirmasi melalui telp tidak bisa terkoneksi.

Humas Mega Mall Batam, Lina saat ditemui di kantornya mengatakan, bahwa eskalator tersebut dalam kondisi normal dan tidak dalam perbaikan saat kejadian menyetrum pengunjung.

“Sebenarnya eskalator itu berjalan normal ya bu! tidak  maintenance  maksudnya eskalator  Itu tidak dalam perbaikan saat Ibu mengaku tersetrum. Memang sudah berjalan normal seperti itu,  dan itu yang terjadi, “tuturnya menyampaikan dihadapan Parida yang bertugas di Perlindungan Konsumen.

“Kalau ditanya bagaimana maintenancenya pasti kita lakukan. Mohon maaf untuk ketidaknyamannya  dan terimakasih atas masukannya dan akan kita perbaiki, “jelasnya, Selasa (23/04/24) di kantornya.

Yang kesetrum itu apanya, dan orang naik escalator itu apanya  jadi kita harus clearkan  dan orang yang di eskalator itu yang kita pegang itu drealnya,  yang mestinya yang nyetrum itu bagian yang lainnya. Kalau orang naik eskalator itu apanya yang di pegang. Dan dril itu bahannya kan karet karena karet itu bahannya tidak bisa nyetrum, “timpal staff Mega Mall yang lainnya yang lupa menyebut nama mengakhiri perbincangan seolah masih membela diri.

 

RED
#MegaMallBatam
#PemkoBatam
#LIRA
#DisperindagPemkoBatam

TERDEPAN TV

Pos terkait