TERDEPAN.CO.ID, KARIMUN – Debu yang diduga berasal dari aktivitas operasional PT Saipem Indonesia Karimun Yard kembali dikeluhkan warga Kampung Ambat Jaya, Desa Pangke Barat, Kecamatan Meral Barat. Kondisi tersebut disebut berlangsung hampir setiap hari dan semakin memicu keresahan masyarakat.
Warga mengaku debu kerap menyelimuti rumah, halaman, hingga perabotan, sehingga mereka harus membersihkan lantai dan peralatan rumah tangga berulang kali. Sebagian warga bahkan menyebut aktivitas menyapu dilakukan sedikitnya tiga kali setiap hari.
Menurut warga, kondisi tersebut bukan lagi persoalan sesaat, melainkan telah berlangsung dalam waktu lama tanpa adanya perubahan yang dirasakan masyarakat. Debu disebut terus muncul ketika aktivitas perusahaan berlangsung dan mengganggu kenyamanan hidup sehari-hari.
Selain mengurangi kenyamanan, masyarakat juga mengaku mulai khawatir terhadap dampak jangka panjang debu terhadap kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lanjut usia. Mereka berharap ada kajian menyeluruh mengenai kualitas udara di sekitar kawasan permukiman.
Warga menilai perhatian perusahaan terhadap masyarakat terdampak masih belum terlihat secara nyata. Keluhan yang berulang kali disampaikan dinilai belum menghasilkan solusi yang mampu mengurangi paparan debu yang setiap hari mereka rasakan.
Beberapa warga berharap PT Saipem tidak hanya mengandalkan hasil pemantauan rutin, tetapi juga membuka ruang komunikasi yang lebih transparan dengan masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting agar persoalan lingkungan dapat diselesaikan secara terbuka dan objektif.
Masyarakat juga meminta pemerintah daerah melalui instansi terkait meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Pengawasan yang dilakukan secara berkala dinilai penting untuk memastikan kepatuhan perusahaan terhadap ketentuan yang berlaku.
Forum Peduli Kesejahteraan Lingkungan bersama warga menegaskan akan terus menyuarakan aspirasi masyarakat hingga terdapat langkah konkret yang benar-benar dirasakan warga. Mereka menginginkan penyelesaian yang mengutamakan keselamatan, kesehatan, serta hak masyarakat atas lingkungan yang bersih.
Warga berharap PT Saipem segera mengambil tindakan nyata melalui pengendalian debu yang lebih efektif, sehingga aktivitas industri dapat berjalan berdampingan dengan kehidupan masyarakat tanpa menimbulkan keresahan berkepanjangan maupun dampak terhadap kualitas lingkungan sekitar.
Hingga berita ini ditulis, warga masih menantikan respons serta langkah konkret dari PT Saipem Indonesia Karimun Yard maupun instansi berwenang. Masyarakat berharap persoalan debu tidak lagi berlarut-larut dan memperoleh penyelesaian yang adil bagi seluruh pihak.(Fjr)







