Rapat Lambat Nunggu Walikota Hadir Anggota Dewan Walkout

Walkie-talkie Batam Amsakar Achmad

TERDPAN.CO.ID,BATAM- Anggota Dewan Ruslan Sinaga melakukan protes Keras yang diikuti oleh senumlah anggota yang lainnya akibat keterlambatan jaywalking yang telah di tentukan molor hingga dua jam lamanya.

Rapat paripurna sejatinya dijadwalkan berlangsung pukul 10.00 WIB. Namun, hampir dua jam berlalu, agenda dewan tak kunjung dimulai.

Bacaan Lainnya

Karena keterlamabatan tersebut nampak anggota DPRD Batam dari Fraksi Hanura, Ruslan Sinaga, meluapkan kekesalannya.

“Pak Sekwan mana? Ini jadi rapat atau tidak? Sudah dua jam kami duduk menunggu,” keluh Ruslan di dalam ruang paripurna, Selasa, 21 Oktober 2026.

Merasa tak ada kejelasan, Ruslan meminta rapat dibatalkan sebelum akhirnya melangkah keluar meninggalkan ruangan. “Jadi tidak rapatnya ini, Pak Sekwan batalkan saja rapatnya ini,”serunya.

Bahkan Anggota DPRD dari Fraksi PAN, Safari Ramadan ikut mengungjapkan kekecewaannya dengan memberikanprotes kepada Sekretaris Dewan (Sekwan) sebelum ikut keluar ruangan mengikuti Dewan yang lainnya.

”Pak Sekwan kami keluar dulu, nanti kami naik lagi. Lama Sudan nunggunya dari taxi menunggu duduk di sini,”ketusnya Kesal.

 

Rapat sendiri telah dinyatakan Kourum namun demikian rapat tetap berlanjut walaupun hanya bertahan tersisa 12 anggota DPRD Batam dan tiga pimpinan DPRD yang bertahan.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, akhirnya setelah semiannual lama tiba di Gedung DPRD Batam pada pukul 11.53 WIB dan langsung memasuki ruang rapat.

Menanggapi insiden tersebut, Wali Kota Batam Amsakar Achmad memberikan klarifikasi dan menyampaikan permohonan maaf. Ia menjelaskan bahwa awalnya ia mengira kehadirannya dapat diwakilkan.

“Pertama, saya ingin minta maaf. Untuk hari ini saya perkirakan Pak Sekda bisa mewakili, rupanya ada penandatanganan yang harus ditandatangani langsung oleh wali kota,” jelas Amsakar.

Lebih lanjut, Amsakar mengungkapkan bahwa dirinya memiliki agenda keluarga pada malam sebelumnya, yakni acara doa usia tujuh hari untuk cucunya.

Terkait kebiasaannya dalam menghadiri rapat, Amsakar mengaku selalu memantau perkembangan di DPRD terkait pencapaian kuorum sebelum memutuskan hadir ke lokasi.

“Biasanya saya koordinasi terus, sudah kuorum atau enggak. Setelah kuorum, saya baru muncul, itu biasanya.

Jadi keterlambatan di waktu-waktu sebelumnya itu disesuaikan dengan sudah kuorum atau enggak,” terangnya.

Namun, Amsakar mengakui bahwa pada agenda kali ini, ia mengalami keterlambatan tambahan meski kuorum telah tercapai.

“Khusus hari ini sekitar 30 menit dari kuorum saya terlambat, karena pas tadi sudah memulai dengan kerabat aja, adik dan kakak, teman-teman hadir. Untuk itu saya mohon maaflah ya,”tutupnya.

#DPRDBatam

 

TERDEPAN TV

Pos terkait