Praktisi Hukum Edwar Kamaleng: DPRD Hentikan Kasus Laporan CP Pengakuan Perselingkuhan Sudah Tepat

  • Whatsapp
Edward Kamaleng, SH Kuasa Hukum

TERDEPAN.CO.ID,BATAM- Praktisi Hukum Edward Kamaleng,SH berpendapat bahwa langkah yang diambil Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Batam (DPRD)atas laporan kasus pengakuan perselingkuhan Carolein Parewang (Olin) dengan mencomot nama anggota dewan AT dari partai Nasdem, dinilai sebagai langkah yang tepat, Minggu (12/09/21).

Menurutnya, langkah DPRD Kota Batam atas keputusan dan kebijakan yang diambil terhadap laporan CP janda anak tiga tersebut, dinilai sudah tepat karena DPRD sebagai wakil rakyat digaji oleh negara punya banyak tugas dan tanggungjawab yang lebih penting menyangkut hajat hidup masyarakat luas.

Bacaan Lainnya

https://www.terdepan.co.id/2021/09/11/ketua-dprd-batam-nuryanto-tidak-ada-kerugian-negara-atas-laporan-isu-perselingkuhan-dewan-at/

Ia berpendapat, kasus CP yang mencomot nama anggota dewan AT selain membuat malu masyarakat kota Batam, juga telah membuka aib sendiri sebagai kaum wanita dengan berperilaku menyimpang dan bukan sebagai budaya wanita timur yang mengenal etika dan budaya yang bebas mengumbar aib sendiri dan seseorang. Apalagi kasus serupa juga sudah Ia sendiri lakukan secara berulang pada lelaki sebelumnya, bahkan sampai memiliki seorang anak diluar nikah yang merusak rumah tangga orang lain.

“Udah, untuk apa gak usah dilayani, kalau emang itu orang gila untuk apa dilayani, kalau fakta begitu kerjaanyangapain dilayan. Kalau dia gak bisa masuk laporannya untuk ditanggapi, baiknya sih Caroline laporannya masuk ke Malaikat saja ya, enaklah Dia tidur dengan suami orang,”serunya.

https://www.terdepan.co.id/2021/09/08/pengakuan-istri-js-yang-suaminya-pernah-jadi-selingkuhan-carolein-parewang-bertutur-menyayat-hati/

Pengacara Edward  yang biasa akrap dipanggil Edo ini menerangkan, bahwa secara delik hukum, apabila kasus ini diperpanjang sampai ke ranah Kepolisian, justru Olin yang akan menanggung akibatnya dengan pasal perzinahan.

“Kalaupun kasus dia ini diperpapanjang, yang kenak  dianya sebagai pelapor, karna dia akan dituntut dengan pasal perzinaan, karena dia tidur dengan suami orang,”lanjutnya.

Olin kalau melapor tidak ada kenak, AT juga gak kenak, kecuali hanya kena kalau ini benar adanya, boleh melapor apabila usianya dibawah umur, terus dikenakan undang-undang perlindungan aja. Waktu tidur sama AT tidak omong, bahwa setelah itu baru dia omong, kan mau sama mau, tak ada masalah itu, kecuali istri AT yang melapor. Bukan masalah sampah  maksudnya itu sama dengan istilah tren pelakornya untuk apa dilayani juga, suka-suka mengacau rumah tangga orang, “tuturnya Edo.

Edo menekankan bahwa kasus ini seharusnya tidak perlu disebarluaskan karena ini aib yang tak pantas diketahui masyarakat lain, “bebernya lagi.

“Sebenarnya gak perlu di heboh – hebohkan, mau diheboh apanya, itukan masyarakat gak tahu aja.Kan masyarakat belum tahu sisi sebelahnya yang baru tahu hanya sisi Olin aja. Gak perlu dilayani kecuali dia orang baik-baik. Kalau dengan berita hari ini, tentu saya anggap si pelapor ini tidak pernah mengalami hal ini, ternyata sudah berulang kali, ini terbukti itu aja,”tutupnya.

Diketahui Ketua DPRD batam sebelumnya juga menyatakan bahwa pelaporan Olin ke BK DPRD Batam juga sudah dilakukan klarifikasi terhadap yang bersangkutan dan dari rapat internal wakil rakyat tersebut dinyatakan bahwa kasus Olin tersebut dinyatakan ditutup karena berkaitan masalah pribadi bukan masalah yang berkaitan dengan tugas negara yang saat ini diemban oleh AT sebagai wakil rakyat di DPRD Kota Batam.

“Kami melihat ini sudah klarifikasi dari pihak tersebut tidak ada hubungan, artinya sudah clear semua dan sudah selesai. Nah disisi lain, kita DPRD Kota Batam tidak bisa menindak lanjui laporan yang menyangkut personal (pribadi) seseorang yang menyangkut tentang perasan,”tutupnya, Sabtu (11/09/21) yang lalu.

Redaksi

#CaroleinParewang

#DPRDBatam

TERDEPAN VIDEO

ADVERTISEMENT

Pos terkait