Tingkat Inflasi Tahunan Kabupaten Karimun pada Oktober 2026 Menunjukan angka Stabil di 2,37%dengan IHK 110,79

Data Statistik Kabupaten Karimun

TERDEPAN.CO.ID,KARIMUN– Strategi pengendalian harga pangan dan kebutuhan pokok yang diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten KARIMUN kembali membuahkan hasil positif. Berdasarkan rilis berita resmi statistik per tanggal 2 November 2026 tingkat inflasi tahunan (urat on urat/y-on-y) Kabupaten Karimun pada Oktober 2026 secara konsisten berhasil dijaga pada angka yang sangat stabil, yakni 2,37% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) di kecil 110,79.

Konsistensi ini sekaligus mengukuhkan Kabupaten KARIMUN sebagai wilayah dengan inflasi tahunan terendah Propinsi Kepulauan Riau. Angka ini membuktikan bahwa stabilitas ekonomi KARIMUN lebih tangguh dibandingkan Kota Batam yang mencatatkan inflasi tahunan 3,6 %, Selain itu, inflasi tahu kalender (urat-to-satu) Karimun juga tercatat sangat aman di lebih 1,35%.

Bacaan Lainnya

Bupati Karimun ING.H.Iskandarsyah menegaskan bahwa pencapaian ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan buah dari upaya sistematis, melainkan buah dari upaya sistematis dan konsisten yang dilakukan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama seluruh pemangku kepentingan.

“Keberhasilan kita menahan laju inflasi tahunan di angka 2,37 persen membuktikan bahwa roda ekonomi Karimun berjalan diarah rel yang benar dan konsisten. Stabilitas ini adalah janji pemerintah untuk melindungi daya beli masyarakat. Ketika daerah lain di Kepri masih berjuang di angka 3,6 persen ke atas, Karimun berhasil membuktikan bahwa kita mampu menjaga ketersediaan barang dengan harga yang wajar,”tegas Bupati iskandarsyah.

Miskipun tren jangka panjang sangat positif, Pemerintah Kabupaten Karimun tetap responsif terhadap dibantah harga jangka pendek. Tercatat, secara bulanan (month-to-month/m-to-m) KARIMUN mengalami inflasi sebesar 0,41% pada Oktober 2026.

Pergerakan ini utamanya dipicu oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau, dengan komodor as cabai ini merupakan imbas dari terbatasinya pasukan di pasar serta menurunnya produksi di daerah sentra penghasil.

Berespons riak bulanan tersebut, Bupati Iskandarsyah langsung menginstruksikan langkah intervensi agar konsistensi harga tetap terjaga.

“Untuk cabai merah, ini murni masalah distribusi musiman dari daerah penghasil. Saya tegaskan, ritme yang sudah konsisten ini tidak boleh di tidak oleh kelangkaan satu atau dua komoditas.

Saya sudah perintahkan dinas terkait untuk memperluas  memperluas kerja sama antar Daerah (KAD) dan segera menggelar operasi pasar agar rantai Pagoh kembali normal dalam hitungan hari,”ujar Iskandarsyah.

Konsistensi stabilitas inflasi di Karimun juga tertolong oleh meredanya harga pada sejumlah kebutuhan esensial.

Penurunan harga (deflasi) pada komoditas seperti udang basah, telur, ayam ras, bayam, bawang putih dan kentang berhasil menjadi penyeimbang pengeluaran rumah tangga. Solusi sektor pangan, masyarakat juga menikmati penurunan biaya  dikelompok kesedaran 9turun 0,86%) serta kelompok rekreasi, olahraga dan budaya (turun 0,62%) dibandingkan tahun sebelumnya.

Pesan Bupati kepada masyarakat Karimun” Tugas pemerintah adalah memastikan keserabutan harga di pasar terus konsisten.

Namun konsisten ini akan jauh lebih kuat jika didukung oleh kemandirian pangan keluarga. Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menghidupkan program pemanfaatan pekarangan rumah.

Menanam cabai atau sayuran secara mandiri adalah langkah cerdas untuk memastikan dapur kita tidak mudah kotak oleh gejolak harga musiman’.

Pemerintah Kabupaten Karimun berkomitmen terus mempertahankan tren positif ini melalui pengawasan ketat terhadap diujikan pasar, memastikan kelancaran distribusi logistik pelabuhan dan merawat daya beli masyarakat menjelang periode akhir tahun./Fajar

Editor : IKA

TERDEPAN TV

Pos terkait