JAKARTA SELATAN – PT. Bursa Efek Indonesia bersama dua pilar pasar saham lainnya, kembali sukses mengadakan Capital Market Summit and Expo (CMSE) di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan. Agenda tahunan ini berlangsung selama tiga hari yaitu tanggal 5–7 November 2026 di Bursa Efek Indonesia. Mengusung tema “Satu Langkah Investasi Berjuta Peluang Masa Depan”, CMSE tahun ini dilakukan dalam keadaan yang penuh dinamika.
Pengunjung datang dari berbagai kalangan, dari yang masih bersekolah sampai yang sudah pensiun. Terdapat 88 booth dan juga 104 tenant selama CMSE 2026 berlangsung. Selain itu, pengunjung bisa mendapatkan informasi terbaru langsung dari perusahaan sekuritas, perusahaan tercatat, manajer investasi, asosiasi, hingga regulator.
CMSE 2026 juga menarik minat para mahasiswa, di antaranya dua orang mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta, Muflih Nabil Aziz dan Rifat Danur Prayoga.
Selama di acara CMSE 2026, keduanya merasa mendapatkan banyak sekali ilmu baru. ”Saya mendapat banyak ilmu praktis dari booth yang saya datangi, mulai dari cara membuat akun investasi, dijelaskan apa itu investasi, hingga tips memilih reksadana yang cocok itu yang mana,” ujar Muflih ketika diwawancarai lewat Discord pada Sabtu (7/11/2026).
Berbeda dengan Muflih, Rifat merasa momen berkesan justru ketika mendengarkan talkshow. “Ketika saya mendengarkan materi ‘Naik Level bersama AI’ di situ dijelaskan bagaimana cara kita menggunakan AI untuk keperluan investasi saham, jadi untuk menganalisis perusahaan atau laporan suatu Perusahaan,” ungkapnya
Rifat menambahkan bahwa talkshow ‘Naik Level bersama AI’ sangat relatable dengan Gen Z karena investor diminta untuk lebih pandai dalam mencerna informasi dengan AI. Bagaimana pun AI memiliki kelebihan dan kekurangan. Hal itu menginspirasinya untuk mempelajari dunia keuangan menggunakan AI, mulai dari cara prompt AI, training AI, agar lebih kompleks memberikan informasi untuk ranah finansial.
Meski masih berusia muda, mereka berdua sepakat bahwa anak seusianya perlu memiliki kesadaran dalam berinvestasi. “Kesadaran investasi tentu sangat penting sebagai bekal finansial di masa depan agar uang kita tidsk habis untuk hak yang konsumtif, sehingga di masa depan kita memiliki tabungan yang didapat dari sekarang,” tegas Muflih.
“Kesadaran investasi bagi anak muda, saya rasa cukup penting, namun sebelum ke arah investment kita perlu juga untuk sadar finansial literasi. Lebih penting lagi kita mengetahui bagaimana cara kita menaikkan earning power. Jadi kita mikir menghasilkan uang dengan cara apa? Salah satu caranya dengen investasi di skill. Next step, mengetahui bagaimana cara kita mengatur keuangan. Lalu tahap terakhir baru investasi. Jadi ada tahapan-tahapan yang harus kita upayakan dulu sebelum ke ranah investasi. Fondasi keuangan kita harus ada dulu, baru kita ngomongin investasi,” jelas Rifat.
Muflih dan Rifat berharap CMSE kedepannya tetap konsisten menjadi wadah untuk edukasi keuangan khususnya anak muda agar semakin melek mengenai ranah investasi. “Untuk pesan dan saran, harapannya CMSE tahun depan tata letak booth diperluas sehingga antrean pengunjung tidak menumpuk dan booth bisa diperbanyak lagi agar kita bisa lebih banyak mengekplor,” tambah Muflih
SILVI Editor : IKA #CMSE







